Cerita kedua
Cerita kedua ini adalahh sebuahh kisah nyata dari seseorang yang sangat berterimakasih atas apa yang telah diberikan orang tuanya.

Seorang anak duduk di bangku kelas 2 smp. SMP Negeri 1 Karawang,ia bernama Fikry Ridwan Pratama dan Fikry mempunyai adaik yang bernama Fachry Suari Pamungkas. Yang duduk di bangku kelas 6 SD.
Pada suatu ketika ia disuruh oleh ayahnya untuk mengikuti suatu kegiatan beladiri. Ayahnya ingin mereka berdua dapat melindungi dirinya dan orang lain.Pada suatu hari mereka berdua mendaftarkan diri untuk menjadi anggota olahraga beladiri tarung derajat.mereka berdua selalu bermalas-malasan karena menjadi anggota tarung drajat bukanlah keinginan mereka berdua. Seiring berjalannya waktu merekapun sering dimarahi oleh ayahnya karena, sering bolos latihan.
Dua tahun telah berlalu, diawali dengan keterpaksaan Fikry dan Fachry mulai menyenangi olahraga beladiri tarung drajat. Mereka melakukan latihan intensif selama 1 tahun dan sampai akhirnya mereka mengikuti PORKAB(Pekan Olahraga Kabupaten). Kejuaran tersebut membuat mereka mendapatkan mendali emas. Tidak berakhir disitu merekapun akhirnya bertujuan untuk melakukan ujian sabuk terakhir di tingkat tarung drajat. Dan pada tanggal 16 mei 2010 mereka berduaa telah lulus. Kebahagiaan mereka tidak berakhir hanya sampai disitu saja tetapi juga mereka mendapatkan hadiah setelah lulus mereka menjadi asisten pelatih.dan merekapun akhirnya bisa mendapatkan uang dari kemampuan yang mereka punya.
Dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa apa saja yang dikatakan orang tua haruslah kita turuti karena semua orang tua pasti memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk anak-anaknya.

Ini adalah cerita ku, cerita dimana sebuah cerita ada dalam cerita,saya bingung memberi judul cerita saya, mungkin setelah kalian membaca cerita saya teman-teman bisa memberi judul untuk cerita saya.:D
Hhehhee..
……………………..
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiingggggggggggg……………..
Wahhh,,, alarm saya mengagetkan saya dan membuat saya membuka mata dan melihat jendela, ternyata jam telah menunjukan pukul 06.45. Gawat! saya bangun kesiangan.Sayapun cepat-cepat mandi , memakai baju seragam dan memakai perlengkapan sekolah saya. Dengan nada sedikit tinggi saya bangunkan kaka saya dan memintanya untuk mengantarkan saya ke sekolah.
Segarnya udara, padatnya lalulintas tidak membuat saya meninggalkan kegiatan saya. Padahal hari ini adalah hari pertama saya masuk sekolah di bulan puasa. Saya sekolah di sebuah sekolah ditengah kota macet, bising, tetapi lumayan sejuk walaupun hanya di tumbuhi pohon yang bisa di hitung pake jari. Heheheh ..
Kegiatan saya di sekolah seperti biasa hanya saja berbeda dengan hari biasanya, dibulan puasa saya tidak mendatangi kantin. Kayaknya yang itu engga penting banget deh di certain. Setelah saya belajar seperti biasanya akhirnya saya bergegas untuk pulang, tetapi sebelumnya saya ada kegiatan kumpul dengan organisasi yang saya jalani. Tidak lama setelah saya shalat dzuhur kumpulan itu pun berakhir. Hanya saja walaupun waktu dzuhur tetapi sekolah saya sangat sepi mungkin karena semua siswa telah pulang.
Seperti biasa saya biasa menunggu angkot sepulang sekolah, tetapi saya lupa sesuatu ternyata, saya tidak membawa uang sedikitpun dikantong sayadan tidak membawa hp, karena tadi pagi saya pergi ke sekolah terburu-buru. Saya bingung harus bagaimana,sekolahpun telah sepi dan tak nampak seorangpun yang tersisa yang saya kenal. Hhhhhmmmm…
Akhirnya saya memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki. Karena berjalan kaki sendri dan jarak rumah saya ke sekolah kira-kira 1km, hmmm egag deket juga kan?. Ketika saya sedang berjalan saya melihat ada kumpulan anak-anak yang sedikit selengean dan sepertinya tidak nampak wajah orang baik, heeehheee (maaf yaaa) tapi itu memang penilaian jujur saya. Tidak lama kemudian datanglah seorang wanita yang hendak melewati mereka, saya kaget karena wanita yang lewat tadi di colek-colek dan di godain. Waduhhh…tidak sampai hati saya melihatnya. Saya takut karena mau tak mau saya harus melewati mereka untuk sampai ke rumah. Saya menunduk dan berdoa agar tidak akan terjadi kejadian seperti kepada wanita yang hendak lewat sebelumnya. Tetapi subhanallah , kumpulan anak nakal itu malah menyapa saya dengan kata-kata “assalamu’alaikum bu haji”, saya jawab dan mengamini kata-kata mereka. Ternyata mereka menghargai kerudung yang saya pakai pada saat itu, ternyata setelah saya sadari kerudung yang saya pakai sangatlah bermanfaat. Mulai dari hari itulah saya memakai kerudung bukan hanya pada bulan puasa saja tetapi juga setiap hari.
andaikata ada
seorang wanita penghuni surga mengintip ke bumi,
niscaya dia menerangi ruang di antara bumi dan
langit.
dan niscaya aromanya
memenuhi ruang antara keduanya.
dan sesungguhnya kerudung di atas kepalanya lebih
baik daripada dunia seisinya
(hadits Al-Bukhari)
setelah teman-teman membaca cerita saya,sudah adakah judul untuk cerita saya?

Cerita kedua
Cerita kedua ini adalahh sebuahh kisah nyata dari seseorang yang sangat berterimakasih atas apa yang telah diberikan orang tuanya.

Seorang anak duduk di bangku kelas 2 smp. SMP Negeri 1 Karawang,ia bernama Fikry Ridwan Pratama dan Fikry mempunyai adaik yang bernama Fachry Suari Pamungkas. Yang duduk di bangku kelas 6 SD.
Pada suatu ketika ia disuruh oleh ayahnya untuk mengikuti suatu kegiatan beladiri. Ayahnya ingin mereka berdua dapat melindungi dirinya dan orang lain.Pada suatu hari mereka berdua mendaftarkan diri untuk menjadi anggota olahraga beladiri tarung derajat.mereka berdua selalu bermalas-malasan karena menjadi anggota tarung drajat bukanlah keinginan mereka berdua. Seiring berjalannya waktu merekapun sering dimarahi oleh ayahnya karena, sering bolos latihan.
Dua tahun telah berlalu, diawali dengan keterpaksaan Fikry dan Fachry mulai menyenangi olahraga beladiri tarung drajat. Mereka melakukan latihan intensif selama 1 tahun dan sampai akhirnya mereka mengikuti PORKAB(Pekan Olahraga Kabupaten). Kejuaran tersebut membuat mereka mendapatkan mendali emas. Tidak berakhir disitu merekapun akhirnya bertujuan untuk melakukan ujian sabuk terakhir di tingkat tarung drajat. Dan pada tanggal 16 mei 2010 mereka berduaa telah lulus. Kebahagiaan mereka tidak berakhir hanya sampai disitu saja tetapi juga mereka mendapatkan hadiah setelah lulus mereka menjadi asisten pelatih.dan merekapun akhirnya bisa mendapatkan uang dari kemampuan yang mereka punya.
Dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa apa saja yang dikatakan orang tua haruslah kita turuti karena semua orang tua pasti memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk anak-anaknya.

Cerita kedua
Cerita kedua ini adalahh sebuahh kisah nyata dari seseorang yang sangat berterimakasih atas apa yang telah diberikan orang tuanya.

Seorang anak duduk di bangku kelas 2 smp. SMP Negeri 1 Karawang,ia bernama Fikry Ridwan Pratama dan Fikry mempunyai adaik yang bernama Fachry Suari Pamungkas. Yang duduk di bangku kelas 6 SD.
Pada suatu ketika ia disuruh oleh ayahnya untuk mengikuti suatu kegiatan beladiri. Ayahnya ingin mereka berdua dapat melindungi dirinya dan orang lain.Pada suatu hari mereka berdua mendaftarkan diri untuk menjadi anggota olahraga beladiri tarung derajat.mereka berdua selalu bermalas-malasan karena menjadi anggota tarung drajat bukanlah keinginan mereka berdua. Seiring berjalannya waktu merekapun sering dimarahi oleh ayahnya karena, sering bolos latihan.
Dua tahun telah berlalu, diawali dengan keterpaksaan Fikry dan Fachry mulai menyenangi olahraga beladiri tarung drajat. Mereka melakukan latihan intensif selama 1 tahun dan sampai akhirnya mereka mengikuti PORKAB(Pekan Olahraga Kabupaten). Kejuaran tersebut membuat mereka mendapatkan mendali emas. Tidak berakhir disitu merekapun akhirnya bertujuan untuk melakukan ujian sabuk terakhir di tingkat tarung drajat. Dan pada tanggal 16 mei 2010 mereka berduaa telah lulus. Kebahagiaan mereka tidak berakhir hanya sampai disitu saja tetapi juga mereka mendapatkan hadiah setelah lulus mereka menjadi asisten pelatih.dan merekapun akhirnya bisa mendapatkan uang dari kemampuan yang mereka punya.
Dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa apa saja yang dikatakan orang tua haruslah kita turuti karena semua orang tua pasti memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk anak-anaknya.

Cerita kedua
Cerita kedua ini adalahh sebuahh kisah nyata dari seseorang yang sangat berterimakasih atas apa yang telah diberikan orang tuanya.

Seorang anak duduk di bangku kelas 2 smp. SMP Negeri 1 Karawang,ia bernama Fikry Ridwan Pratama dan Fikry mempunyai adaik yang bernama Fachry Suari Pamungkas. Yang duduk di bangku kelas 6 SD.
Pada suatu ketika ia disuruh oleh ayahnya untuk mengikuti suatu kegiatan beladiri. Ayahnya ingin mereka berdua dapat melindungi dirinya dan orang lain.Pada suatu hari mereka berdua mendaftarkan diri untuk menjadi anggota olahraga beladiri tarung derajat.mereka berdua selalu bermalas-malasan karena menjadi anggota tarung drajat bukanlah keinginan mereka berdua. Seiring berjalannya waktu merekapun sering dimarahi oleh ayahnya karena, sering bolos latihan.
Dua tahun telah berlalu, diawali dengan keterpaksaan Fikry dan Fachry mulai menyenangi olahraga beladiri tarung drajat. Mereka melakukan latihan intensif selama 1 tahun dan sampai akhirnya mereka mengikuti PORKAB(Pekan Olahraga Kabupaten). Kejuaran tersebut membuat mereka mendapatkan mendali emas. Tidak berakhir disitu merekapun akhirnya bertujuan untuk melakukan ujian sabuk terakhir di tingkat tarung drajat. Dan pada tanggal 16 mei 2010 mereka berduaa telah lulus. Kebahagiaan mereka tidak berakhir hanya sampai disitu saja tetapi juga mereka mendapatkan hadiah setelah lulus mereka menjadi asisten pelatih.dan merekapun akhirnya bisa mendapatkan uang dari kemampuan yang mereka punya.
Dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa apa saja yang dikatakan orang tua haruslah kita turuti karena semua orang tua pasti memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk anak-anaknya.

Ini adalah cerita ku, cerita dimana sebuah cerita ada dalam cerita,saya bingung memberi judul cerita saya, mungkin setelah kalian membaca cerita saya teman-teman bisa memberi judul untuk cerita saya.:D
Hhehhee..
……………………..
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiingggggggggggg……………..
Wahhh,,, alarm saya mengagetkan saya dan membuat saya membuka mata dan melihat jendela, ternyata jam telah menunjukan pukul 06.45. Gawat! saya bangun kesiangan.Sayapun cepat-cepat mandi , memakai baju seragam dan memakai perlengkapan sekolah saya. Dengan nada sedikit tinggi saya bangunkan kaka saya dan memintanya untuk mengantarkan saya ke sekolah.
Segarnya udara, padatnya lalulintas tidak membuat saya meninggalkan kegiatan saya. Padahal hari ini adalah hari pertama saya masuk sekolah di bulan puasa. Saya sekolah di sebuah sekolah ditengah kota macet, bising, tetapi lumayan sejuk walaupun hanya di tumbuhi pohon yang bisa di hitung pake jari. Heheheh ..
Kegiatan saya di sekolah seperti biasa hanya saja berbeda dengan hari biasanya, dibulan puasa saya tidak mendatangi kantin. Kayaknya yang itu engga penting banget deh di certain. Setelah saya belajar seperti biasanya akhirnya saya bergegas untuk pulang, tetapi sebelumnya saya ada kegiatan kumpul dengan organisasi yang saya jalani. Tidak lama setelah saya shalat dzuhur kumpulan itu pun berakhir. Hanya saja walaupun waktu dzuhur tetapi sekolah saya sangat sepi mungkin karena semua siswa telah pulang.
Seperti biasa saya biasa menunggu angkot sepulang sekolah, tetapi saya lupa sesuatu ternyata, saya tidak membawa uang sedikitpun dikantong sayadan tidak membawa hp, karena tadi pagi saya pergi ke sekolah terburu-buru. Saya bingung harus bagaimana,sekolahpun telah sepi dan tak nampak seorangpun yang tersisa yang saya kenal. Hhhhhmmmm…
Akhirnya saya memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki. Karena berjalan kaki sendri dan jarak rumah saya ke sekolah kira-kira 1km, hmmm egag deket juga kan?. Ketika saya sedang berjalan saya melihat ada kumpulan anak-anak yang sedikit selengean dan sepertinya tidak nampak wajah orang baik, heeehheee (maaf yaaa) tapi itu memang penilaian jujur saya. Tidak lama kemudian datanglah seorang wanita yang hendak melewati mereka, saya kaget karena wanita yang lewat tadi di colek-colek dan di godain. Waduhhh…tidak sampai hati saya melihatnya. Saya takut karena mau tak mau saya harus melewati mereka untuk sampai ke rumah. Saya menunduk dan berdoa agar tidak akan terjadi kejadian seperti kepada wanita yang hendak lewat sebelumnya. Tetapi subhanallah , kumpulan anak nakal itu malah menyapa saya dengan kata-kata “assalamu’alaikum bu haji”, saya jawab dan mengamini kata-kata mereka. Ternyata mereka menghargai kerudung yang saya pakai pada saat itu, ternyata setelah saya sadari kerudung yang saya pakai sangatlah bermanfaat. Mulai dari hari itulah saya memakai kerudung bukan hanya pada bulan puasa saja tetapi juga setiap hari.
andaikata ada
seorang wanita penghuni surga mengintip ke bumi,
niscaya dia menerangi ruang di antara bumi dan
langit.
dan niscaya aromanya
memenuhi ruang antara keduanya.
dan sesungguhnya kerudung di atas kepalanya lebih
baik daripada dunia seisinya
(hadits Al-Bukhari)
setelah teman-teman membaca cerita saya,sudah adakah judul untuk cerita saya?